Assalamu’alaikum! Selamat Datang di Prodi Tasawuf-Psikoterapi

Beranda Berita

Universitas Muhammadiyah Cirebon ini berbeda dengan perguruan tingi yang ada di Indonesia. Perbedaan itu terletak pada ke khasannya, disebut khas karena paradigma keilmuan yang dikembangkannya tampak berbeda dengan perguruan tinggi lain pada umumnya. Prodi ini di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon, bukan sekedar  identitas yang membedakannya dari jurusan lainnya, melainkan karena paradigma keilmuan yang dikembangkan. Jurusan Tasawuf  Psikoterapi pada Fakultas Agama Islam UMC ini ingin mengaktualisasikan sifat universitas ajaran Islam yang tidak mengenal dikotomi antara ilmu-ilmu umum dan ilmu agama.

Pemahaman terhadap dikotomi keilmuan itu sekalipun telah digugat oleh para pendukungnya sendiri, ternyata hingga kini masih sulit dihilangkan. Padahal dalam visi epistemology keilmuan Qur’aniyyah dan Kawniyyah, tidak dikenal adanya dikotomi ilmu agama dan ilmu umum. Atas dasar pemikiran ini, kehadiran Universitas Muhammadiyah Cirebon diharapkan secara nyata memberi warna kepada masyarakat, bangsa dan negara. Untuk menjawab semua itu, maka pada tataran konsep disepakati perlunya upaya ke arah integrasi keilmuan, yaitu integrasi sains dan Islam. Jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon merupakan salah satu jurusan yang memiliki tujuan melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dari ketiga tujuan itu, pendidikan merupakan prioritas utama dalam pengembangan keilmuan di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon. Pengembangan keilmuan di Universitas Muhammadiyah Cirebon bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yakni insan akademik yang memiliki berbagai wawasan, pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang disiplin ilmu. Untuk mewujudkan jurusan Tasawuf  Psikoterapi Fakultas Agama Islam UMC yang memilki keunggulan dan kualitas baik dari segi suprastruktur maupun infrastruktur pendidikan tinggi, maka pengembangan jurusan Tasawuf Psikoterapi dilakukan melalui pengintegrasian ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu lainnya.

Integrasi ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu lainnya dalam system kurikulum jurusan Tasawuf Psikoterapi nantinya diharapkan memilki kekhususan, sehingga dapat berguna, bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diakui atau tidak, dewasa ini, masih terjadi stigma yang paradox di kalangan pemikir modern baik Muslim maupun Non-Muslim tentang kerangka dasar dan struktur keilmuan. Paradoks yang dimaksud adalah memisahkan kategorisasi antara ilmu agama dengan ilmu umum. Ilmu agama lebih banyak dipahami sebagai keseluruhan bidang ilmu yang dibingkai dalam frame ilmu agama Islam (Islamic Studies) dan bersumber pada wahyu. Sedangkan ilmu umum difahami sebagai keseluruhan bidang ilmu yang berpangkal pada filsafat dan rasionalitas manusia. Jika melacak akar sejarah perkembangan disiplin ilmu, para pemikir Muslim di abad pertengahan, tepat di saat terjadi kontak peradaban antara Islam dengan Barat, tidak banyak memperdebatkan paradoks kategorisasi ilmu. Hal ini disebabkan adanya suatu harmoni atas integrasi ilmu pengetahuan yang dating dari Barat (Yunani Kuno) dan Islam yang bersumber kepada wahyu. Sehingga peradaban Islam dalam hal kemajuan ilmu pengetahuan saat itu menunjukkan adanya sinergitas dan integrasi nilai-nilai agama Islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa pemikir dan para ahli saat itu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, al-Kindi dan lainnya tidak menunjukkan perbedaan dalam menyoal pembidangan disiplin ilmu. Sehingga para sejarawan lebih melihat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman keemasan Islam merupakan fakta bahwa itu merupakan tingkat harmonisasi yang paling ideal tentang bagaimana nilai-nilai agama Islam yang bersumber kepada wahyu terintegrasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga menjadi suatu produk peradaban manusia. Inilah sesungguhnya pijakan mendasar mengapa struktur keilmuan jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekhususan pengintegrasian nilai-nilai agama Islam dengan ilmuilmu lainnya. Terlebih lagi, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di era globalisasi serta semakin berkembangnya studi keislaman, maka fungsi dan mutu pendidikan tinggi menjadi hal yang sangat penting dan strategis untuk dikembangkan guna menghasilkan lulusan-lulusan yang berkompenten di bidangnya. Dengan kata lain, pengintegrasian nilai-nilai agama Islam dengan ilmu-ilmu lainnya dalam system kurikulum jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon bukan hanya merupakan tuntutan dan kebutuhan, tetapi akan berdampak positif bagi peran jurusan Tasawuf Psikoterapi dapat lebih berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

 

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pengembangan ilmu jurusan Tasawuf  Psikoterapi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon disandarkan kepada landasan berikut:

  1. Landasan Yuridis. Secara yuridis, pengembangan keilmuan jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Agama Islam UMC didasarkan kepada ketentuan berikut: UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional. Kepmendiknas RI No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar mahasiswa.
  2. Landasan Teologis didasarkan kepada QS al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi:

“Allah mengangkat derajat orang-orang di antara kamu yaitu mereka yang beriman dan diberi ilmu pengetahuan, dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

  1. Landasan Filosofis didasarkan kepada tujuan untuk menghilangkan dikotomi ilmu agama dengan ilmu-ilmu lainnya.
  2. Landasan Kultural yaitu jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Agama Islam UMC di Jawa Barat berada dalam posisi yang sangat strategis bukan hanya dalam kancah local dan regional, tetapi juga popular dalam kancah
  3. Landasan Sosiologis yaitu masyarakat Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat muslim yang dinamis, sangat menjungjung tinggi adat istiadat dan budaya, terbuka dengan perubahan, dan kritis dalam menyikapi persoalan-persoalan bangsa, termasuk di dalamnya masalah pendidikan.
  4. Landasan Psikologis yaitu adanya rasa percaya diri yang kuat di kalangan civitas akademika jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Agama Islam UMC untuk mengembangkan diri menjadi Fakultas Agama Islam UMC yang terdepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *